SURAH AL A’LA TERJEMAHAN BAHASA MELAYU

By | Mei 8, 2016

Surah Al A’la ( الأعلى‎) Terjemahan Bahasa Melayu
Ialah surat ke-87 dalam al-Quran yang terdiri atas 19 ayat. Surat ini tergolong surat Makiyyah. Dinamakan Al A’la yang bererti “yang paling tinggi” diambil dari perkataan Al A’laa yang terdapat pada ayat pertama surat ini.

Muslim meriwayatkan dalam kitab Al Jumu’ah, dan diriwayatkan pula oleh Ashhaabus Sunan, dari Nu’man ibnu Basyir bahawa Rasulullah s.a.w. pada solat dua hari Raya (Fitri dan Adha) dan solat Jumaat membaca surah Al A´laa pada rakaat pertama, dan Surah Al Ghasyiah pada rakaat kedua.

AL A’LA

[1] Bertasbihlah mensucikan nama Tuhanmu Yang Maha Tinggi (dari segala sifat-sifat kekurangan), –

[2] Yang telah menciptakan (sekalian makhlukNya) serta menyempurnakan kejadiannya dengan kelengkapan yang sesuai dengan keadaannya;

[3] Dan Yang telah mengatur (keadaan makhluk-makhlukNya) serta memberikan hidayah petunjuk (ke jalan keselamatannya dan kesempurnaannya);

[4] Dan Yang telah mengeluarkan tumbuh-tumbuhan untuk binatang-binatang ternak,

[5] Kemudian Ia menjadikan (tumbuh-tumbuhan yang menghijau) itu kering – (berubah warnanya) kehitam-hitaman.

[6] Kami sentiasa menjadikan engkau (wahai Muhammad) dapat membaca (Al-Quran yang diturunkan kepadamu – dengan perantaraan jibril), sehingga engkau (menghafaznya dan) tidak lupa,

[7] Kecuali apa yang dikehendaki Allah engkau lupakan; sesungguhnya Ia mengetahui (segala keadaan yang patut berlaku), dan yang tersembunyi.

[8] Dan Kami tetap memberi kemudahan kepadamu untuk (melaksanakan segala perkara) Ugama yang mudah diterima oleh akal yang sihat.

[9] Oleh itu berilah peringatan (kepada umat manusia dengan ajaran Al-Quran), kalau-kalau peringatan itu berguna (dan sudah tentu berguna);

[10] Kerana orang yang takut (melanggar perintah Allah) akan menerima peringatan itu;

[11] Dan (sebaliknya) orang yang sangat celaka akan menjauhinya,

[12] Dia lah orang yang akan menderita bakaran neraka yang amat besar (azab seksanya),

[13] Selain dari itu, ia tidak mati di dalamnya dan tidak pula hidup senang.

[14] Sesungguhnya berjayalah orang yang – setelah menerima peringatan itu – berusaha membersihkan dirinya (dengan taat dan amal yang soleh),

[15] Dan menyebut-nyebut dengan lidah dan hatinya akan nama Tuhannya serta mangerjakan sembahyang (dengan khusyuk).

[16] (Tetapi kebanyakkan kamu tidak melakukan yang demikian), bahkan kamu utamakan kehidupan dunia;

[17] Padahal kehidupan akhirat lebih baik dan lebih kekal.

[18] Sesungguhnya (keterangan-keterangan yang dinyatakan) ini ada (disebutkan) di dalam Kitab-kitab yang terdahulu, –

[19] Iaitu Kitab-kitab Nabi Ibrahim dan Nabi Musa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *