SURAH AL MA’ARIJ TERJEMAHAN BAHASA

By | Mei 4, 2016

Surah Al Ma’arij (المعارج‎) Terjemahan Bahasa Melayu
Ialah surah ke-70 dalam al-Quran yang terdiri atas 44 ayat. Surah ini tergolong surah Makkiyah. Dinamakan Al Ma’arij yang bererti tempat naik diambil dari perkataan Al Ma’aarij yang terdapat pada ayat ke-3 surat ini. Para ahli tafsir memberikan beberapa penafsiran mengenai hal ini di antaranya langit, nikmat kurnia dan darjat atau tingkatan yang diberikan Allah kepada ahli syurga.

AL MA’ARIJ

[1] Salah seorang (dari kalangan orang-orang kafir Makkah, secara mengejek-ejek) meminta kedatangan azab yang (dijanjikan) akan berlaku,

[2] Azab yang disediakan untuk orang-orang yang kafir, yang tidak ada sesiapapun dapat menolak kedatangannya –

[3] Dari Allah yang menguasai tempat-tempat turun naik –

[4] Yang dilalui oleh malaikat-malaikat dan Jibril ke pusat pemerintahanNya (untuk menerima dan menyempurnakan tugas masing-masing, terutama) pada satu masa yang adalah tempohnya (dirasai oleh orang-orang yang bersalah) sungguh panjang, (kerana banyak hitungan hisab dan berat soal jawabnya).

[5] Maka bersabarlah (wahai Muhammad terhadap ejekan golongan yang kafir itu), dengan cara kesabaran yang sebaik-baiknya.

[6] Sebenarnya mereka memandang azab itu jauh (daripada berlaku),

[7] Sedang Kami memandangnya dekat, (tetap akan berlaku),

[8] (Iaitu) pada hari langit menjadi seperti tembaga cair,

[9] Dan gunung-ganang pula menjadi seperti bulu (yang berterbangan)

[10] Dan sahabat karib tidak bertanyakan hal sahabat karibnya, (kerana tiap-tiap seorang sibuk memikirkan hal keadaannya sendiri)

[11] Padahal masing-masing diberi melihat setengahnya yang lain; (pada saat yang demikian) orang yang kafir suka kiranya dapat menebus dirinya dari azab itu dengan anak-anaknya sendiri

[12] Dan isteri serta saudaranya

[13] Dan kaum kerabatnya yang melindunginya,

[14] Dan juga sekalian makhluk yang ada di bumi – kemudian (diharapkannya) tebusan itu dapat menyelamatkannya.

[15] Tidak sekali-kali (sebagaimana yang diharapkannya)! Sesungguhnya neraka (yang disediakan baginya) tetap menjulang-julang apinya,

[16] (Membakar serta) menggugurkan kulit ubun-ubun dan anggota anggota tubuh badan,

[17] Neraka itu juga memanggil dan menarik orang yang membelakangi serta berpaling (dari kebenaran),

[18] Dan yang mengumpulkan harta kekayaan lalu menyimpannya (dengan tidak membayar zakatnya).

[19] Sesungguhnya manusia itu dijadikan bertabiat resah gelisah (lagi bakhil kedekut); –

[20] Apabila ia ditimpa kesusahan, dia sangat resah gelisah;

[21] Dan apabila ia beroleh kesenangan, ia sangat bakhil kedekut;

[22] Kecuali orang-orang yang mengerjakan sembahyang –

[23] Iaitu mereka yang tetap mengerjakan sembahyangnya;

[24] Dan mereka (yang menentukan bahagian) pada harta-hartanya, menjadi hak yang termaklum –

[25] Bagi orang miskin yang meminta dan orang miskin yang menahan diri (daripada meminta);

[26] Dan mereka yang percayakan hari pembalasan (dengan mengerjakan amal-amal yang soleh sebagai buktinya);

[27] Dan mereka yang cemas takut daripada ditimpa azab Tuhannya, –

[28] Kerana sesungguhnya azab Tuhan mereka, tidak patut (bagi seseorangpun) merasa aman terhadapnya;

[29] Dan mereka yang menjaga kehormatannya, –

[30] Kecuali kepada isterinya atau kepada hambanya, maka sesungguhnya mereka tidak tercela;

[31] Kemudian sesiapa yang mengingini selain dari yang demikian, maka merekalah orang-orang yang melampaui batas;

[32] Dan mereka yang menjaga amanah dan janjinya;

[33] Dan mereka yang memberikan keterangan dengan benar lagi adil (semasa mereka menjadi saksi);

[34] Dan mereka yang tetap memelihara sembahyangnya;

[35] Mereka (yang demikian sifatnya) ditempatkan di dalam Syurga dengan diberikan penghormatan.

[36] Maka apakah yang menyebabkan orang-orang kafir, yang menentangmu (wahai Muhammad) datang berkejaran ke sisimu –

[37] (Sambil mereka) berkumpul berpuak-puak di sebelah kanan dan di sebelah kirimu.

[38] Patutkah tiap-tiap seorang dari mereka berharap supaya dimasukkan ke dalam Syurga yang penuh nikmat (sedang ia tidak beriman)?

[39] Tidak sekali-kali! (Mereka yang kufur ingkar tidak akan dapat memasukinya). Sesungguhnya Kami telah menciptakan mereka dari apa yang mereka sedia mengetahuinya.

[40] Maka Aku bersumpah dengan (kebesaranKu) Tuhan yang menguasai (seluruh alam, meliputi) tempat-tempat terbit (matahari dan bulan bintang) dan tempat-tempat tenggelamnya, – sesungguhnya Kami berkuasa –

[41] (Membinasakan mereka, serta) menggantikan mereka dengan makhluk-makluk yang lebih baik dari mereka; dan Kami tidak sekali-kali dapat dikalahkan atau dilemahkan.

[42] Oleh itu, biarkanlah mereka (wahai Muhammad) tenggelam dalam kesesatannya dan leka bermain-main (dalam dunianya), sehingga mereka menemui hari yang dijanjikan kepada mereka (untuk menerima balasan)! –

[43] Iaitu hari mereka segera keluar dari kubur masing-masing menuju (ke Padang Mahsyar) dengan keadaan seolah-olah mereka berkejaran ke (tempat) berhala-berhala (yang mereka sembah dahulu),

[44] Sambil pandangan mereka tunduk, serta mereka diliputi kehinaan; itulah hari yang telah dijanjikan kepada mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *